Monday, July 19, 2021

Manfaat kopi pahit saat pandemik

Baru-baru ini saya ikut acara reuni SMP yang dipadu dengan sharing session tentang kesehatan. Ada 2 pembicara yaitu ahli gizi yang saat SMP bukan sekelas dan satunya dokter yang dinas di rumah sakit tentara. Saya tidak ingin mengkritisi materi saat zoom itu karena pada dasarnya kedua nya sudah senior di bidang nya masing-masing.

Hanya saat sesi tanya jawab saya kok mendapatkan jawaban yang menurut saya konservatif banget atau tidak ilmiah banget ya terutama saat saya menanyakan apakah minum kopi pahit tanpa gula direkomendasikan buat meningkatkan imun.

Bukan ngetes atau gimana ya, saya ini penggemar kopi pahit sejak sebelum pandemi. Tiap masuk kantor pasti ke pantri bikin 1 cangkir kopi pahit dari mesin kopi yang harga nya puluhan juta itu. Bukan pula masalah harga mesin kopinya tapi memang kopi nya enak walau tanpa gula.

Saya yang hobby browsing ditambah kalau lihat IG saya pasti isinya kopi semua hahaha… maksudnya memang benar saya sudah “nggathok” kata narasumber di acara tersebut. Nggathok artinya kecanduan dan browsing yang saya maksud adalah mencari literasi ilmiah tentang manfaat kopi.

Ngomong-ngomong saya kecil jaman SD hingga kuliah pun hidup tidak jauh dari kopi. Pertama, almarhum ayah saya bekerja di PT Perkebunan 23 yg kini namanya jadi PTPN 12 yang salah satunya produksi kopi, kedua saat lulus SMA saya lanjut kuliah di LPP Jogjakarta yg belajar juga tentang kopi dkk nya.

Nah, back to laptop, teman alumni mengatakan kopi harus dihindari selama pandemik karena tidak memenuhi unsur makanan & minuman sehat. Namun jurnal ilmiah yang saya dapat justru kopi tanpa gula itu meningkatkan imun atau daya tahan tubuh. Semua literatur mengatakan asal tidak berlebihan atau maksimal 4 cangkir kopi sehari.

Wah 4 cangkir buat saya sih kebanyakan, saya cukup 1 cup sehari.


Tuh screenshot salah satu jurnal ilmiah tentang kopi.

Maaf, nyuwun sewu jika blog ini open dan bisa dibaca siapa pun, saya tidak menjelekkan seseorang hanya penasaran saja sampai gatel nulis blog di jam 2 pagi gara2 ngopi tadi sore hahaha….

Yang pasti teman-teman SMP ku hebat-hebat lah, sudah sukses semua 



Saturday, June 19, 2021

Jika gadget Anda ngadat tidak bisa internetan.

Selama ini saya menggunakan 2 operator besar untuk menunjang pekerjaan dan juga 2 gadget. Untuk urusan kantor, saya menggunakan IOS sedangkan urusan personal saya menggunakan Android.

Saya menggunakan Samsung Note10 buat urusan pribadi seperti group-group komunitas yang tidak ada kaitan dengan pekerjaan, dan juga urusan yang rentan dengan banyaknya pesan-pesan berantai sehingga saya tidak terganggu.

Kebetulan operator untuk urusan pekerjaan dipercayakan kepada operator plat merah, tentu Anda tahu operator tersebut. Sedangkan urusan pribadi, saya menggunakan operator plat kuning. Pilihan operator ini sudah terjadi sejak saya pertama kali mempunya Handphone Erricson type 337 di tahun 91-an (tuirrr banget ya wkwkwkwk....) dan jaman itu masih bernama Satelindo.

Nah tulisan ini sebenarnya mau share saja jika Anda mengalami internet ngadat alias tidak bisa jalan, pun demikian WhatsApp dan lain-lain tidak bisa buka website juga salah satunya.

Bisa kebayang khan, type Note10 ini termasuk premium tapi kenapa bisa ngadat? 

Jadi, beberapa hari yang lalu, secara tiba-tiba saya tidak bisa WA-an dan juga browsing, bahkan membuka aplikasi operator pun tidak bisa. Sudah otak-atik sana-sini, pakai Wi-Fi rumah, teman, saudara, tetangga pun juga tidak bisa.

Akhirnya saya bawa ke gerai Indosat di dekat rumah, oleh mbak pegawai juga diotak-atik, solusinya cukup simple, dia ambil SIM Card dan dimasukkan ke HP miliknya. Dan ternyata bisa berjalan lancar serta tidak lag sedikitpun.

Lantas dia pun heran, karena dia juga tidak bisa menjawab penyebab ngadatnya internet, maka saya menjelaskan bahwa saya menggunakan aplikasi VPN untuk membuka website "broker forex" minimal 1 bulan sekali dan selama ini lancar-lancar saja dan saya bilang, VPN itu saya butuhkan untuk urusan pekerjaan sampingan yang menghasilkan duit. Ini perlu saya perjelas agar mbaknya tidak mencurigai saya menggunakan VPN buat membuka situs-situs dewasa hahaha... faktanya memang VPN tersebut saya membeli alias berbayar. Dan si mbak lantas minta tolong agar saya menunjukkan aplikasinya dan mencoba untuk melakukan "force stop" alias mematikan dulu.

Nah, setelah aplikasi VPN dimatikan, alhasil internet, WA, browser pun jalan lancar. Dan dia juga mengatakan bahwa ada aplikasi tertentu harus update dulu, jika tidak update maka tidak akan berfungsi alias bisa mengganggu operasional HP. Untuk yang ini saya setuju kepada mbak nya. Thank you, semoga berguna buat teman-teman semua. 


Friday, April 16, 2021

Sejak pandemik Covid-19 diumumkan di awal tahun 2020, praktis saya sering WFH atau kerja di rumah. Memang pergeseran budaya kerja WFO dengan WFH ini sangat menarik untuk disimak. Pun sebagai praktisi HR di sebuah perusahaan yang ada lini produksi dengan banyak operator level di dalam nya, maka mereka praktis tidak bisa WFH. Lha gimana mau WFH, barang produksi nya cuma 1 biji dan segede pesawat wkwkwk...

Yang bisa dilakukan perusahaan hanya penerapan ritme kerja shift agar terjadi social distancing dan bagi yang bisa WFH semisal back office atau orang produksi yang bekerjanya bisa remote maka tidak masalah dengan WFH.

Tapi jujur mengalami model kerja remote ini sebenarnya sudah saya lakukan sejak bekerja di perusahaan US based bidang chemical, bahkan karena teknologi CISCO maka ibarat saya memboyong kantor di mana saja berada. Hebatnya CISCO ini, nomer kantor saya yang berada di Merak, Banten berawalan 021 (kode Jakarta) sedangkan Merak sendiri itu berkode 0254. Jadi pernah terjadi saat saya lagi ada di luar kota, menerima telpon seseorang yang mengaku dari vendor dan ingin bertemu karena sudah berada di lobby kantor depan. FYI, lobby kantor itu jaraknya kurang lebih 400 meter dengan ruangan saya yang berada di gedung belakang berseberangan dengan ruangan President Director.

Sewaktu saya jelaskan jika saya tidak ada di tempat, sang tamu bingung karena tidak tahu teknologi CISCO itu kayak apa.

Kini era pandemik, saya mengalami lagi membuat virtual office di rumah sehingga kebutuhan apa pun juga bisa diselesaikan dari ruang kerja di rumah. Tanda tangan dokumen pun sekarang sudah ada teknologi electronic sign yang sudah diakui secara hukum keabsahan nya.