Wednesday, June 20, 2007

Three Musketer ... Rikihadi, Armand and Bambang lagi mejeng di pantai saat penugasan di Lombok dan Sumbawa
Hari ini saya baru berhasil login lagi di blog ini ...
Honestly, saya bingung mau nulis apa, namun biar pantes aja .. saya nulis apa aja deh, toh nanti bisa dirubah kalo menyinggung perasaan orang lain ...
Setelah sekian minggu saya berada di Sumbawa, ohh... membosankan harinya, tapi indah pantainya ...
Tapi menjadi bujangan ternyata gak enak juga, keluarga jauh, teman dekat apalagi.
Untung ada internet, berbekal HP Nokia ku, canda tawa chatting bisa aku lakukan. Dan di situ saya mulai berpikir, bagaimana jadinya kalau tidak ada internet ???
Itu foto saya lagi jalan liat proyek tambang emas di Newmont Nusa Tenggara, maksud hati nyari bongkahan emas kececer ... eh nemu mobil raksana ... ngeri ah, gak jadi ... hahahahaha...
Ya begitulah hidup kadang harus dijalani sambil muter-muter. Bulan Mei - Juni 2007, aku harus menghadapi tuntutan tidak normatif anggota Security yang kita tempatkan di sana. Mereka nuntut gaji naik hingga 600 persen. Gilaa... itu satpam memang konyol, tapi itu romantika pekerjaan. Berbagai jurus dari sok tegas, sok lembek udah dicoba tapi mental semua. Akhirnya Tuhan kasih jalan, masalah itu muncul di rumah orang, tuan rumah lah yang bisa selesaikan. Akhirnya kita pulan 2 hari sebelum SPJ habis ....
Let's go to MARINA CAFE, eh di sana ketemu 3 artis terkenal lho ... tapi sayang gak tahu namanya, yang inget cuma wajah cantiknya hahahaha... kasihan deh gue !!!

Udahan ah prolognya, 20 Juni 2007 - Office Desk NPN

Sunday, August 20, 2006

Kata orang pekerja kutu loncat menandakan pekerja tidak loyal dan hobby pindah-pindah. Tapi aku punya pandangan lain karena pindahnya seseorang ke perusahaan lain walaupun baru 1 tahun bekerja harus dilihat dengan kacamata yang berbeda-beda. Hal pertama seseorang seharusnya loyal kepada profesi-nya jadi bukan kepada seseorang atau kepada manajemen. Ada seorang karyawan loyal kepada atasan sehingga begitu atasan pindah dan tidak bisa menjamin kesejahteraannya lagi, maka si karyawan akan mengalami kehilangan tumpuan atau figur yang dulu dianggap melindungi. Demikian juga, ada seorang karyawan yang loyal kepada perusahaan, maka jika perusahaan itu collaps maka loyalitas karyawan akan diuji. Apakah karyawan akan tetap bekerja dalam kondisi perusahaan collaps? Bagaimana jadinya dengan anak, istri / suami dan keluarganya ? Saya mengalami hal ini saat mendengar berita Transnational mau dibeli Group 4 Securicor, sehingga saya segera ingin pindah. Demikian juga saat mendengar akan ada efisiensi proyek Tsunami di Aceh. Maklum saya pasti mendengar paling awal karena selalu menjadi bagian dari Senior Management Team (SMT). Seharusnya karyawan loyal kepada profesi-nya sehingga kode etik dan koridor yang dipakai selalu membuat karyawan tetap eksis dan profesional. Karena ada kalanya karyawan akan pindah karena dibujuk rayu dengan usaha-usaha pihak ketiga agar bersikap tidak jujur atau mengelabui manajemen. Jika hal ini terjadi maka taruhannya adalah : jabatan serta kredibilitas, sehingga satu-satunya cara adalah menyelesaikan tugas-tugas utama dan mengajukan pengunduran diri. Namun sialnya, banyak tim rekrutment menanyakan kenapa pindah ? Hal pertama yang tabu untuk dijawab adalah menjelek-jelekkan perusahaan lama. Ini adalah larangan dan tidak pantas disampaikan kepada pewawancara. Yang paling baik adalah menjelaskan seperlunya bahwa kepindahan adalah disebabkan ingin lebih profesional serta menggunakan ilmu dan pengalaman yang sudah ada. Dan tabu juga jika sudah punya pengalaman lebih dari 5 tahun maka menjawab alasan kenapa pindah dengan menjawab mencari pengalaman baru, sesuatu hal yang boleh diucapkan oleh fresh graduate atau para yunior. Kesimpulannya : ya mencari pendapatan yang lebih baik ...

Monday, December 05, 2005

Welcome to Nangroe Aceh Darusalam

Hari ini aku terbang ke Aceh, memulai karir di bidang yang sama tapi beda
industri tepatnya ini adalah NGO Asing. Karena aku berada di Indonesia
maka aku digaji oleh CARE Indonesia. Aku naik Garuda dan di sebelah
kursiku terdapat tokoh masyarakat Aceh, Bapak Zul yang juga ketua otoritas
Sabang. Beliau ini yang akhirnya suka berkunjung ke kantorku dan saya
salut sama beliau yang sukarela membantu saya saat saya menghadapi demo
karyawan. Ternyata cerita orang bahwa orang Aceh itu keras dan sulit
dipahami tidak benar adanya. Pak Zul begitu ramah walaupun orang asli Aceh
dan santun seperti orang Jawa bahkan berani menggertak saudaranya sendiri
yang orang Aceh karena menurut beliau di manapun tempatnya, aturan harus
ditegakkan dan tidak ada keistimewaan buat warga Aceh yang jelas-jelas
menuntut hak yang bukan haknya. Alkisah saya didemo karyawan karena minta
gaji naik karena tahu gaji para staf dari luar Aceh (dalam hal ini
golongan supervisor ke atas) rata-rata di atas mereka yang masih officer
atau staf biasa. Akhirnya mereka mengerti dan tokoh pendemo nya juga
bingung kenapa saya dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat Aceh yang mereka
segani ? Jujur saya tidak keluar uang sama sekali, murni Pak Zul dan
teman-teman beliau ingin menambah persaudaraan serta membantu LSM yang
masuk ke Aceh agar bisa bekerja dengan baik. Boleh jadi ini menjadi
strategi HRD tapi juga sudah wajar, di mana kita berada, maka harus bisa
menjalin komunikasi yang baik dengan tetangga.

Tuesday, July 05, 2005

PKWT untuk pekerjaan tetap

Perusahaan ternyata punya pandangan beda-beda tentang PKWT. Di kantor saya ini, PKWT diartikan sebagai dalam rangka probation. Jadi semua karyawan yang masuk dan deal di saat interview lemah maka akan menerima skema PKWT sehingga orang HRD pun akan diterima dengan skema PKWT walaupun sifat pekerjaan orang HRD adalah terus menerus. Demikian juga saya saat itu, kenapa saya menerima ? Karena yang pertama adalah paket yang ditawarkan sudah cukup bagus dan buat saya tidak ada masalah jika memang komitmen BOD bisa dipegang. Namun ternyata, setelah sudah setahun bekerja di sini, bukannya diangkat tetap. Yang ada adalah "tetap PKWT" sehingga banyak karyawan yang ancang-ancang menghubungi head hunter atau buka situs-situs lowongan untuk segera pindah mencari perusahaan baru. Demikian juga saya, bukan hanya sengaja tapi setelah melihat teman-teman yang lain pada pindah dan kantor mau dijual kepada pihak lain, maka saya tidak mau jadi korban akuisisi. Sehingga bulan ini saya sudah sering ijin keluar kantor untuk sekedar interview. Ada beberapa tapi yang paling menarik adalah tawaran dari CARE International untuk penempatan Banda Aceh. Saya akan menghadapi situasi pekerjaan di LSM yang benar-benar baru bagi saya. Pertanyaan yang selalu muncul "Apakah LSM  itu bisa nggaji orang ?" Ternyata jawabannya di luar dugaan, ada seorang dokter baru lulus yang seharusnya Co Asst dulu, tapi di kantor ini bisa digaji di atas 10 juta hanya karena dia seorang dokter. Setelah melihat anggaran dari donor, ternyata memang dana LSM itu gede. Pantes banyak yang ingin kerja di badan-badan sosial international.